
Ke Bali, Lebih dari Memahami Finance
Kolaborasi PPPI DKI Jakarta dan AdFinance & HRD Club dalam menghadirkan kegiatan berbagi pengalaman pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia memberikan banyak pencerahan bagi peserta seminar “BEYOND FINANCE” di Harris Hotel, Kuta - Bali 24 - 26 Maret 2006 lalu.
Meski problem di masing-masing agency hampir serupa, beberapa permasalahan pengelolaan keuangan di kantor ditemukan jawabannya oleh para peserta dari hasil berbagi pengalaman di kegiatan ini. Peran pengelola keuangan yang ter(di)jebak pada kegiatan administratif pembukuan semata, ditepis habis dalam diskusi ini. Tidak sama memang pada praktiknya, garis kewenangan pemegang fungsi pengelolaan keuangan ini di masing-masing agency. Tapi setidaknya, pemahaman tentang peran ideal dan strategis Manajemen Keuangan Agency dalam menghasilkan kelancaran pengelolaan keuangan bisa dicapai. Banyak hal dan perlakuan khusus nyatanya, dalam jenis industri unik ini. Penerapannya? Tentu saja kembali pada kebijakan manajemen agency masing-masing.
Menariknya, dalam pembahasan sumber daya manusia, bukan saja mengundang pertanyaan para head of finance. Beberapa pengelola agency yang hadir, sangat intens mengajukan pertanyaan. Time Sheet jadi bahasan primadona, mengingat pemberlakuannya masih belum optimal fungsinya, baik dalam mengontrol efektifitas kerja internal, maupun menghitung devosi waktu ke klien. Sistem penerapannya pun nyata beragam, manual maupun dengan software yang customized sesuai kebutuhan. Begitu pula tentang penerapan system appraisal karyawan yang juga berpengaruh dalam sistem remuneration. Seminar ini difasilitasi oleh rekan-rekan dari AdFinance & HRD Club, terdiri dari Rudi Yusnifa (TBWA), Iim Ibrahim (Ogilvy), Yudi Irwanto (Initiative Media), Ridwan Handoyo (Lowe), Dian Oesman (LBKI) dan Rita Hendrawati.
Penat berpikir pengelolaan keuangan dan SDM, Pengda PPPI DKI memang tak habis menyenangkan para anggotanya. Selain memberikan subsidi akomodasi, dua kali malam di sana, seluruh peserta diajak mencobai café-café milik pengusaha periklanan. Malam pertama di café milik Manan (Artek – Anggota Pengda DKI), malam kedua di café milik Mufid (Jawa-Ad, anggota Pengda Jatim).
Beberapa peserta berpendapat, kegiatan serupa sangat penting diulang kembali di Jakarta dan dilaksanakan berkala. (ank)
|