
Seiring dengan perkembangan TV lokal di Padang dan komitmen PPPI Pusat untuk mengembangkan
daerah, "Workshop Iklan Televisi: Pengembangan Konsep sampai Penerapan"
telah sukses dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach, Padang, dari tanggal 24-25
Juli 2009. Kegiatan hasil kerjasama PPPI Pusat dan PPPI Sumbar ini berhasil membakar
semangat SDM periklanan di Padang agar lebih kreatif dalam berkarya, dengan sasaran:
periklanan televisi di kota ini akan memiliki rasa "sepedas dan senikmat
keripik balado Christine Hakim" yang terkenal sampai ke Jakarta.
Ucapan terimakasih serta penghargaan perlu disampaikan kepada Bapak Rudy Harjanto
dan Bapak Somad Sutedja yang telah meluangkan waktu berangkat ke Padang bersama
Sutedjo Hadiwasito demi mendukung program workshop ini.
Tak lupa ucapan terimakasih dan penghargaan dialamatkan kepada bapak Deni Masriyaldi,
bapak Elman Boer dari Pengda PPPI Sumbar atas hospitality serta dukungan
yang diberikan. Juga kepada semua pihak yang telah mendukung serta bekerja keras
melaksanakan acara tersebut di atas, utamanya kepada PadEx EO dan Padang TV.
HARI PERTAMA, 24 JULI 2009 :
Workshop yang semula direncanakan akan dimulai pada jam 10.00 WIB, baru
bisa dibuka pada jam 10.30 oleh Kahumas Pemprov. Bapak H. Dedek Nuzul Putra SH.
mewakili Gubernur Sumbar yang berhalangan hadir.
Diikuti oleh 16 peserta yang berhak mendapatkan sertifikat dan hadiah. Mayoritas
dari perusahaan jasa billboard, dengan beberapa orang dari televisi lokal
serta humas pemprov. Yang cukup menarik, ada 1 peserta yang justru pemilik jasa
tata-boga (catering). Barangkali sebuah siratan harapan, bahwa selesai
workshop, selain mengantongi sertifikat, mereka akan mampu membuat iklan
televisi sendiri dari dari konsep sampai storyboard, dari shooting
sampai editing dengan biaya rendah.
Searah jarum jam: oPembukaan Workshop oleh Bapak H. Dedek Nuzul Putra SH,
Kahumas Pemprov Sumbar mewakili gubernur yang berhalangan hadir. oPenyerahan
buku Etika Pariwara Indonesia sebagai kenang-kenangan oleh Bapak Deni Masriyadi,
PPPI Sumbar. |
Rudy Harjanto:
Bisa dipahami, sangat tidak mudah bagi beliau untuk menyampaikan ekstraksi program
setara D3 dalam waktu hanya sekitar 4 jam. Utamanya karena peserta belum memiliki
dasar-dasar pengetahuan periklanan yang memadai, heterogenitas latar belakang
serta sasaran workshop. Kendati demikian, semua teori berhasil di sampaikan
dengan sangat baik oleh Rudy Harjanto yang sangat berpengalaman dengan latar belakang
akademisnya.
Somad Sutedja:
Somad Sutedja yang berbicara tentang teknis produksi banyak menampilkan contoh-contoh
untuk mengambarkan proses ideal sebuah produksi filem iklan. Dalam banyak hal
memang terasa terlalu "mengawang-awang" baik dari sisi peristilahan
(karena mayoritas bukan dari ph) maupun ilustrasi biaya dan proses. Dalam kondisi
seperti ini Sutedjo dengan ijin Somad berperan sebagai "penyambung-lidah"
bagi Somad agar apa yang disampaikan dapat dicerna dengan baik oleh peserta.
Sutedjo Hadiwasito:
Faktanya, etika pariwara oleh banyak orang, khususnya orang kreatif dianggap
sebagai "borgol" atau belenggu-kreativitas, padahal kreativitas hanya
berbatas langit. Dengan mengingatkan peserta bahwa setiap manusia adalah konsumen
dengan cara yang menghibur, ternyata mampu "membuka-hati" peserta,
sehingga ketika pasal-pasal "tidak boleh begini, tidak boleh begitu"
disampaikan dengan teknik visual, membuatnya lebih mudah dimengerti serta mampu
mengusir kantuk.
HARI KEDUA, 25 JULI 2009 :
Hari ini adalah sesi dimana 4 kelompok yang telah dibagi serta diberi tugas
kemarin petang, akan melakukan eksekusi dari konsep yang telah mereka kembangkan.
Setiap kelompok yang beranggotakan 4 orang tersebut, akan mempresentasikan iklan
final: "Mie Instan Nikmaaad" pada sore harinya. Nama-nama kelompok
tersebut adalah kelompok: Pangeran, Mata Air, Kuliner dan Bintang. Disepakati
agar di dalam setiap kelompok ada yang berperan sebagai pemimpin, pengarah kreatif,
sutradara dan editor, karena workshop menyediakan fasilitas kamera dengan cameraman-nya,
dan mesin editing dengan operator-nya.
Hadiah:
Akan ada 2 macam hadiah. Pertama hadiah buku "Prinsip Prinsip Periklanan"
buah karya Rudy Harjanto yang akan dibagikan kepada seluruh peserta. Namun karena
bukunya baru tersedia 1 copy, maka akan diberikan secara simbolik kepada
pemenang kelompok. Selanjutnya buku-buku yang lain akan dikirimkan ke Pengda
Sumbar untuk dibagikan kepada peserta yang berhak. Hadiah yang kedua berupa
"study-tour ke Jakarta" bagi dua orang yang akan dipilih dari
pemenang kelompok (yang mekanismenya telah disetujui oleh peserta).
Pemenang:
Pemenang kelompok jatuh pada kelompok "Pangeran", sedangkan
hadiah study-tour dimenangkan oleh Aldian (pemimpin kelompok) dan Andi Pratomo
(pengarah kreatif) dari kelompok tersebut. Aldian dari Kade Advertising,
sementara Adi Pranoto dari Multimediatama Advertising.
Dari kiri ke kanan: o Para instruktur berpose bersama sebagian besar peserta.
o Deni Masriyaldi, Sutedjo Hadiwasito, Aldian dan Andi Pratomo (dua yang
terakhir adalah pemenang "study tour ke Jakarta") dalam acara
penyerahan secara simbolik buku Prinsip Prinsip Periklanan kepada pemenang
kelompok. |
Melihat keberhasilan workshop yang baru pertama kali diselenggarakan di
kota Padang ini, Pengda PPPI Sumbar berniat melanjutkan serta mengembangkan kegiatan
serupa untuk meningkatkan kualitas SDM periklanannya. Semoga. (SH)
|